Tuesday, March 2, 2010

Benteng

“sesuatu yang kuat dibuat untuk melindungi yang lebih rentan”

Dan memang benar seperti itu kenyataannya, misalnya dalam biologi bukankah tengkorak yang kuat diciptakan untuk melindungi otak yang rentan? Bukankah rangka diciptakan untuk melindungi bagian internal tubuh yang lebih rentan?

Benteng, diciptakan untuk menahan serangan dari luar yang berpotensi menghancurkan. Nah kita juga secara langsung, maupun tidak langsung juga menciptakan benteng kita sendiri untuk melindungi diri kita dari ancaman atau apapun yang kita kategorikan sebagai ancaman.

Mungkin yang penting bukan mengenai bentengnya, tapi mengenai apa yang kita kategorikan sebagai ancaman karena setiap orang secara otomatis akan merespon atas apapun yang dikategorikan sebagai ancaman. Berhubungan dengan kata ancaman, banyak dari kita merasa terancam, atau minimal merasa tidak aman. Yang punya uang banyak takut akan kena rampok, yang punya pacar takut ditinggalkan, yang percaya takut di khianati, yang emang maling takut ketahuan, yang takut cacing takut kalau ditakutin pake cacing dan seterusnya.

Rasa takut (ancaman) itu yang pada akhirnya menyebabkan kita merespon sesuatu kadang lebih dari yang seharusnya, dalam arti kadang jika kita bersikap menyerang jika kita merasa lemah, banyak orang yang menyombongkan diri untuk menutupi kekurangan dirinya, agar orang tidak melihat kekurangannya dan berfokus pada apa yang ia tampilkan. Kadang kita merasa marah karena kita tak tahu lagi apa yang mesti kita lakukan, semuanya sudah kita coba dan ngga berhasil dan semua itu membuat kita marah. Kadang kita menangis bukan karena sedih tapi karena kita tak tahu apa lagi yang dapat kita perbuat agar dia mengerti, dan itu membuktikan bahwa apa yang kita lihat dan kita rasakan mungkin bukan yang sebenarnya.

Cobalah untuk melihat lebih dekat, bukan apa yang tampak, bukan apa yang kita rasakan, tapi cobalah melihat apa dan bukan bagaimana, karena selamanya “benteng” itu akan disana, dan tergantung kamu memposisikan diri apakah sebagai lawan atau sebagai kawan.

No comments:

Post a Comment