Setiap pertemuan adalah sebuah perpisahan, dia seperti dua sisi mata uang yang saling terikat dan tak dapat dipisahkan, dan apa yang membuat uang itu berharga? Karena dia punya dua sisi, jika uang itu hanya punya satu sisi saja, maka ia takkan berharga
Jika kau ingin menghargai sebuah pertemuan maka rasakanlah perpisahan, maka kau akan tahu bagaimana berartinya sebuah pertemuan. Seringkali kita menyesal melewatkan waktu di saat kita bisa, disaat semuanya mungkin dan lain sebagainya, seringkali kita tidak peduli dengan apa yang kita punya, kita mencari apa yang tidak kita capai dan meninggalkan apa yang kita dapat sekarang hingga suatu saat kita sampai pada satu titik dan bertanya kenapa aku sia-siakan sesuatu yang aku punya demi yang lain yang bahkan aku tak kenal.
Semua orang akan mencapai poin itu cepat atau lambat, kau mungkin sekarang berkata tidak, tapi tunggulah beberapa tahun lagi, kau akan sampai ke titik ini sadar atau tidak, dan saat itu datang semua telah terlambat. Memang menyakitkan kehilangan seseorang yang pernah kita kenal, orang yang pernah dekat berubah menjadi orang lain dan jatuh dalam hitungan hari, menyakitkan melihat orang yang kita sayang menjadi orang lain dan kita tak dapat melakukan apapun untuk “menyelamatkannya”
Bukankah kehilangan itu mendewasakan? Menyadarkan kita bahwa dunia ini memang tidak sempurna, menyadarkan kita bahwa semua takkan ada yang abadi dan diatas semuanya masih ada Tuhan, walaupun kadang kita berpikir “Tuhan mempermainkan hidup kita” , yah… itu adalah rencana Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah berikan yang terbaik yang kita bisa, minimal Tuhan tahu kita telah mencoba...
No comments:
Post a Comment